Catlovers.id – Punya kucing peliharaan tapi bulu pada bagian ekornya mengalami kerontokan? Tunggu dulu, jangan langsung panik ya catlovers. Kerontokan bulu yang dialami olehnya sebenarnya alamiah dan terjadi pada setiap kucing.
Hanya saja, kerontokannya itu memiliki tingkat keparahan tersendiri. Bila sampai ada bagian tubuh kucing yang pitak (gundul) karena kerontokan tadi, ini perlu dicurigai sebagai penyakit dan memerlukan penanganan khusus untuk mengatasinya.
Bulu ekor kucing yang rontok dapat terjadi akibat perubahan hormon saat kucing betina bunting, kucing jantan birahi (loops), atau kucing terjangkit ektoparasit (kutu), dan cendawan fungal dermatitis.
Bila disebabkan oleh perubahan hormon, kucing tak perlu diobati karena akan sembuh secara alami. Tapi, jika terindikasi penyebabnya adalah ektoparasit, gunakan sampo kutu ya catlovers ketika ingin memandikannya. Hal yang sama dilakukan jika penyebabnya cendawan.
Ada baiknya sampo yang digunakan berbahan aktif mikonazol atau ketonazol. Saat dipakai, diamkan busa sampo selama 15 menit sebelum dibilas air bersih. Apabila kulit terlihat memerah, oleskan tipis-tipis krim berbahan mikonazol nitrat dan hidrokortison yang bisa dibeli di apotek. Pemberiannya sehari sekali, dikombinasi pemberian tablet griseofulfin 125 mg sebanyak 1 tablet per hari terus-menerus selama 10 hari.
Jika catlovers telah melakukan perawatannya dilakukan secara baik dan benar, kamu tidak perlu khawatir. Lama-kelamaan bulu-bulu di bagian ekor di meong akan tumbuh kembali kok. (as)